Kantin Kejujuran, Mentalitas Masih Jadi Tantangan

YOGYAKARTA, RABU – Mentalitas siswa masih menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi dalam mengembangkan kantin kejujuran di sekolah. Akibatnya, selain jumlah sekolah yang mengembangkan kantin jenis ini masih sedikit, juga banyak kantin yang merugi.


Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Syamsuri mengatakan sejak diluncurkan Oktober tahun lalu baru ada 10 sekolah di Kota Yogyakarta yang melaporkan diri telah membuat dan mengembangkan kanting k ejujuran. Sekolah tersebut antara lain SD Gedung Kiwo, SD Bhayangkara, SD Tamansari III, SD Giwangan, SMPN 8, SMPN 9, SMAN 8, dan SMAN 7.

Berdasar laporan dari sekolah-sekolah ada yang untung dan ada pula yang rugi. Dari pantauan bukan karena siswa makan tidak mau membayar, tapi ada yang iseng. Mereka mencoba-coba mengambil (hanya membayar sebagian). “Meski coba-coba kan niatnya tidak baik,” ujar Syamsuri, Rabu (18/2).

Menurut Syamsuri kejujuran siswa menjadi tantangan untuk mengembangkan mental yang lebih baik lagi di sekolah. Disadari bahwa untuk memerbaiki sesuatu memerlukan proses yang tidak sebentar. “Proses untuk mengajarkan dan menjadikan siswa berbuat jujur inilah yang justru dikehendaki banyak pihak,” katanya.

Mengenai kemungkinan bantuan simultan dari Dinas Pendidikan, Syamsuri mengatakan kemungkinan itu ada dengan catatan apabila benar-benar dibutuhkan oleh sekolah yang bersangkutan. Namun , ada pula pihak-pihak yang tidak menghendaki adanya bantuan. Artinya, para siswa (OSIS) diberi kebebasan untuk mengelola sendiri keuangannya. Bukankah tujuan dari kantin ini tidak untuk mencari keuntungan, melainkan membentuk pribadi yang jujur.

Diakui menerapkan nilai-nilai kejujuran dalam praktik secara langsung memang tidak mudah. Di Bantul, misalnya, ada pihak sekolah yang berencana mengintensifkan sosialisasi nilai-nilai kejujuran dalam mata pelajaran.

Kepala Sekolah SMA 2 Bantul, Sartono (yang telah mengembangkan kantin kejujuran) mengatakan, meski jumlah kerugian tidak terlalu besar namun hal itu mengindikasikan target menumbuhkan nilai-nilai kejujuran di kalangan siswa belum tercapai. Ia berjanji akan meningkatkan penanaman nilai-nilai tersebut agar siswa bisa berperilaku jujur.

Meski tidak diwajibkan menyampaikan laporan, pihak sekolah tetap akan melaporkan kerugian tersebut ke kantor kejaksaan negeri Bantul karena kantin dibentuk atas dasar kerjasama dua instansi. Diharapkan lewat pelaporan itu, kejaksaan bisa menindaklanjutinya dengan memberikan workshop seputar nilai-nilai kejujuran.

Fromkompas_News

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s